Sejarah Tigaraksa

Posted by Lukman On Jumat, 28 Desember 2012 0 komentar

Apa yang ada dalam benak jika kita mendengar nama “Tigaraksa” yang jelas bukan nama sebuah perusahaan tentunya. Tigaraksa adalah nama sebuah kecamatan yang sekarang telah berkembang menjadi pusat pemerintahan di tingkat kabupaten tangerang. Ya, boleh di bilang ibukotanya kabupaten tangerang. Apa keistimewaannya sehingga sebuah kecamatan yang bernama tigaraksa ini menjadi salah satu pilar di tangerang, ini tidak lain adalah karena adanya keterkaitan dengan asal mula berdirinya tangerang itu sendiri. Berhubung banyak versi berbeda yang berkembang di masyarakat mari kita kupas satu-satu.

Versi sejarah:
Nama Tigaraksa sendiri tercipta dari asal muasal di utusnya 3 utusan pada masa kerajaan / kesultanan banten. Yang kala itu negara kita masih dalam penjajahan belanda. 3 utusan tersebut ialah Aria Yudanegara, Aria Wangsakerta dan Aria Santika. Adapun tugas utama dari ke-3 utusan ini ialah untuk membuat basis-basis pertahanan dari serangan musuh, yang menjadi cikal bakal nama Tigaraksa yaitu tigaraksasa = tiangtiga sebagai kehormatan untuk mengenang para 3 Aria utusan dari kesultanan Banten tersebut. Beberapa nama dari utusan itupun di jadikan nama sebuah jalan yang menghubungkan antara balaraja (tempat bertemunya para raja) dengan Tigaraksa yaitu Jl. Raya Aria Jaya Santika dan Jl. Aria Wangsakara.
Wilayah basis pertahanan ini di jadikan tempat perkampungan dan tempat pemerintahan. Beberapa penduduk perkampungan dari arah timur banyak yang mengungsi kedaerah tersebut untuk menghindari serangan belanda. Lambat laun belanda pun akhirnya dapat menumbangkan pemerintahan dari ketiga Aria tersebut dan pada saat yang bersamaan pula di bangun tugu prasasti di bagian barat Sungai Cisadane oleh Pangeran Soegri, salah seorang putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten. Tugu prasasti tersebut oleh masyarakat biasa di sebut “Tanggeran” yang pada akhirnya di kenal sebagai Tangerang. (sumber: tangerangkab.go.id,)

Versi Cerita Rakyat:
Lain halnya dengan yang berkembang di masyarakat. Ternyata ada versi lain di balik cerita tentang Tigaraksa. Bahwa nama Tigaraksa itu telah ada sebelum datangnya para utusan kesultanan Banten yaitu cerita di balik 3 tokoh penyebaran islam. Ki Mas Laeng, Ki Seteng dan Syeh Mubarok.
Dahulu kala ada 2 kesatria yang memiliki kesaktian luar biasa, mereka masih memeluk agama hindu yaitu Ki Mas Laeng dan Ki Seteng. Mereka berdua saling bermusuhan hingga akhirnya memutuskan untuk beradu ilmu kesaktiannya untuk menentukan siapa yang paling kuat.

Di antara pertempuran antara hidup dan mati tersebut tanpa sengaja datanglah seorang ulama bernama Syeh Mubarok  yang berasal dari negara timur tengah di mana saat itu di sedang melakukan perjalanan; Nama Syeh Mubarok sendiri di berikan oleh penduduk di masa kemudian tempat di mana dia menetap dan menghabiskan sisa hidupnya.

Kembali pada pertempuran, akhirnya Syeh Mubarok memisahkan pertempuran adu ilmu tersebut. Dengan kearifan sang syeh kedua kesatria itupun memeluk islam hingga meneteskan air mata dan memutuskan untuk menjadi murid . Tempat bertemunya ke 3 tokoh itu sekarang di sebut Cisoka dalam bahasa sunda Ci Soca yang berarti air mata. Maka 2 murid beserta sang Syeh mulai menyebarkan agama islam. Adapun nama dari 2 kesatria di jadikan salah satu nama jalan di daerah Tigaraksa dan Syeh Mubarok sendiri, di makamkan di Kp. Kelapa Dua. wallahualam ( sumber dari beberapa warga pribumi )

Kesimpulan: Sebuah nama dari suatu daerah atau suatu tempat. semuanya tidak luput dari sejarah awal muasalnya. Tujuan utama nama itu sendiri ialah untuk mengenang dan juga sebagai penghormatan bagi para tokoh di masa lalu. Adapun tugas kita sekarang ialah meneruskan semangat dan cita-cita mereka walaupun mungkin cerita yang ada memiliki versi yang berbeda-beda.

0 komentar: